Thursday, April 3, 2014

Materi Antroposfer - Geografi kelas XI SMA

Antroposfer
1. Pengertian fenomena antroposfer
Antroposfer adalah manusia dan kehidupannya di permukaan bumi, dalam pembahasannya nanti lebih di tekankan pada aspek kependudukannya, yang berkaitan dengan masalah kependudukan, antara lain ; kepadatan, penyebaran yang tidak merata, jumlah dan kualitas penduduk.
2. Menganalisis komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin bersifat universal, karena umur dan jenis kelamin selalu menjadi dasar dalam pengelompokan penduduk dan mempunyai perana yang penting dalam kehidupan masyarakat antara lain menentukan kedudukan atau status dalam masyarakat, menentukan kesempatan dalam memperoleh pekerjaan dll.

Pengelompokan menurut jenis kelamin jelas laki-laki dan perempuan sedangkan berdasarkan umur, menurut beberapa sumber dikelompokkan sebagai berikut :
·                     a. Kelompok usia muda / belum produktif antara 0 – 14 tahun
·                     b. Kelompok usia dewasa / produktif antara 15 th – 64 tahun
·                     c. Kelompok usia tua / tidak produktif diatas 65 tahun
Berdasarkan pengelompokan tersebut dapat diketahui angka ketergantungan atau sering disebut Dependency Ratio dengan menggunakan Rumus sebagai berikut :
Contoh   : Jumlah penduduk Bantul pada tahun 2006 sebanyak 2 juta jiwa dengan komposisi ; jumlah usia muda 250.000, jumlah usia dewasa 1.700.000 jiwa sedangkan jumlah usia tua sebanyak 50.000 jiwa, hitungka angka ketergantungannya.
Jawab     :
Jadi angka ketergantungannya sebanyak 17 artinya setiap 100 penduduk usia dewasa harus menanggung beban kehidupan sebanyak 17 orang disamping harus menghidupi dirinya sendiri.
Dalam kehidupan nyata apakah mungkin itu terjadi ?
3. Menghitung tingkat kelahiran penduduk
Angka kelahiran atau sering disebut dengan Natalitas diartikan sebagai jumlah kelahiran hidup untuk setiap 1000 penduduk dalam waktu 1 tahun , juga disebut angka kelahiran kasar/ CBR ( Cruth Birth Rate ), dengan kriteria sebagai berikut  :
·                     a. diatas 30 berarti angka kelahirannya tinggi
·                     b. antara 20 – 30 berarti angka kelahirannya sedang
·                     c. Dibawah 20 berarti angka kelahirannya rendah
Faktor-faktor yang menambah jumlah kelahiran/Pro natalitas
·                     a. Nikah usia muda
·                     b. Pergaulan bebas
·                     c. Derasnya arus informasi
·                     d. Lemahnya iman
·                     e. Kurangnya kesadaran ber-KB
·                     f. Dll
Faktor yang menghambat jumlah kelahiran/ anti natalitas
·                     a. menunda nikah
·                     b. Pantang nikah
·                     c. Penyakit
·                     d. KB
·                     e. dll
4. Menghitung tingkat kematian penduduk
Angka kematian atau sering disebut Mortalitas adalah jumlah kematian dalam setiap 1000 penduduk dalam waktu 1 tahun, juga disebut CDR / Cruth DeathRate, dengan kriteria sebagai berikut :
·                     a. diatas 20 berarti angka kematiannya tinggi
·                     b. 10 – 20 berarti angka kematiannya sedang
·                     c. Dibawah 10 berarti angka kematiannya rendah
Faktor yang menambah jumlah kematian/pro mortalitas
·                     a. Perang
·                     b. Penyakit
·                     c. Kriminalitas
·                     d. Bunuh diri
·                     e. Bencana alam
·                     f. Dll
Faktor yang menghambat jumlah kematian /anti mortalitas
·                     a. Perdamaian
·                     b. Kemajuan bidang kesehatan.kedokteran
·                     c. Imunisasi
·                     d. Kebersihan
·                     e. Makanan bergizi
·                     f. Dll
5. Menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah
·                     a. Pertumbuhan Penduduk alami
Pertumbuhan Penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang hanya memperhatikan aspek kelahiran dan kematian saja, juga disebut Natural Increase 
Pertumbuhan Penduduk L – M
·                     b. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan Penduduk Total adalah pertumbuhan penduduk dengan memperhatikan aspek kelahiran, kematian, migrasi masuk dan  migrasi keluar.
Pertumbuhan Penduduk Total ( L – M ) + ( I – E )
·                     c. Proyeksi penduduk
Proyeksi Penduduk adalah memperkirakan jumlah penduduk pada masa yang akan datang.
Proyeksi Penduduk
Pn = Po(1+r)n
Contoh       : Diketahui jumlah penduduk Klaten pada awal tahun 2006 sebanyak 2 juta jiwa, pertumbuhan penduduknya 2 %/tahun.
Hitunglah perkiraan jumlah penduduk Klaten pada tahun 2008.
Jawab         :
Pn=2.000.000(1+2%)2
Pn=2.000.000(1+0,02) 2
Pn=2.000.000(1,02) 2
Pn=2.000.000(1,04 )
Pn=2.080.000
6. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia.
·                     a. Pertumbuhannya tinggi
·                     b. Persebarannya tidak merata
·                     c. Komposisinya sebagian usia muda
·                     d. Kualitasnya rendah
7. Usaha mengatasi masalah kependudukan di Indonesia
·                     a. KB
·                     b. Transmigrasi
·                     c. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan
8. Menyajikan informasi kependudukan melalui peta tabel dan grafik/diagram
·                     a. Simbol Ordinal / bertingkat
Adalah simbul yang menunjukkan adanya tingkatan nilai data, seperti kepadatan penduduk ( padat, sedang dan jarang ), pertumbuhan penduduk dll
·                     b. Simbol Kuantitatif
Adalah si,mbol yamg menunjukkan  data secara kuantitatif dan kualitatif, misal jumlah penduduk di berbagai kecamatan di Bantul
Simbol ini dapat berupa diagram batang, lingkaran dll
·                     c. Simbol Pictorial
Adalah simbul yang menggunakan bentuk sesuai dengan keadaan yang sesungguhya, misal jumlah penduduk menggunakan simbul bentuk manusia sesuai dengan jumlahnya, dll
9. Membedakan antara migrasi ekstern dan migrasi intern
Migrasi Intern adalah perpindahan penduduk antara satu daerah dengan daerah lain dalam satu negara
Misalnya          : transmigrasi, urbanisasi, evakuasi
Migrasi Ekstern adalah perpindahan penduduk antar negara
Misalnya          : Imigrasi, emigrasi dan remigrasi
1. Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam atau sering disebut Natural Resource adalah Segala potensi alam yang dapat dikembangkan untuk proses produksi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan manusia.
2. Klasifikasi Sumber Daya Alam
·                     a. Berdasarkan kemungkinan pemulihannya
1).  Renewable Resource /dapat diperbaharuhi
Adalah sumber daya alam yang dapat dikembalikan persediaannya dengan cara yang relatif mudah dan waktunya relatif cepat, misal hasil pertania, perkebunan, kesuburan tanah dll.
2).  Unrenewable Resource/tidak dapat diperbaharuhi
Adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharuhi setelah habis dipergunakan atau pemulihannya memakan waktu yang sangat lama jutaan tahun, misal  minyak bumi, batu bara dan berbagai jenis tambang mineral yang lain.
·                     b. Berdasarkan sifatnya
1).  Sumber Daya Alam  Fisik
Adalah sumber daya alam yang berupa benda, misal barang tambang, air, tanah dll
2).  Sumber Daya Alam Hayati
Adalah sumber daya alam yangnberupa makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan.
·                     c. Berdasarkan kecepatan habisnya
1).  Sumber daya alam yang cepat habis
sumber daya alam yang cepat sekali  habis, karena nilai konsumtifnya tinggi, sehingga banyak pemakainya. Misal ; minyak bumi, gas alam dan bahan bakar lainnya konsumsinya tinggi.
2).  Sumber Daya Alam yang tidak cepat habis
Sumber daya alam yang nilai nya tidak akan pernah habis, dan biasanya nilai konsumtifnya rendah, misal emas, intan mutiara dll
3).  Sumber Daya Alam yang tidak akan habis
Sumber daya alam yang tidak akan habis karena ada pembaharuan secara alami, misal ; sinar matahari, udara/oksigen.
·                     d. Berdasarkan Lokasinya
1).  Sumber Daya Alam Terestrial
Adalah sumber daya alam yang berada di daratan, misalnya bahan galian, tanah, hutan dll
2).  Sumber Daya Alam Akuatik
Adalah sumber daya alam yang berda di lautan, misalnya ikan, rumput laut, garam, energi gelombang dll.
·                     e. Berdasarkan UU No 11 tahun 1976 Tentang pertambangan
1).  SDA Golongan A / Strategis
Adalah golongan bahan galian yang strategis untuk pertahanan dan kemanan atau untuk menjamin perekonomian negara, misal minyak bumi, batu bara, nikel, mangaan dll
2).  SDA Golongan B/ Vital
Adalah golongan SDA yang dapat menjamin hajat hidup orang banyak , misal emas, perak, magnesium dll
3).  SDA Golongan C
Adalah golongan SDA yang termasuk batuan industri , misal  batu, gamping, pasir dll
3. Persebaran Sumber Daya Alam
NO
NAMA
TEMPAT
1
Hutan
Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra
2
Minyak bumi
Cupu, Cirebon,Plaju, Palembang ,Sorong,Kalimantan
3
Gas Alam ( LNG )
Arun
4
Batu-Bara
Ombilin,Kalimantan, Aceh,  Bukit Asam,Jambi,Riau,
5
Emas Perak
Tembaga Pura, batu Hijau, Tasikmalaya,Bengkulu, Jampang ( Jabar )
6
Nikel
Danau Matana, Towuti, Kolaka
7
Timah
8
Bauksit
P. Bintan
9
Marmer
Trenggalek, Bayat
10
Tembaga
Tembaga Pura, Tirtomoyo Wonogiri, Muara Sipeng( Sulawesi )
11
Mangaan
KliripanP. Doi ( Halmahera) Karang Tunggal ( Tasikmalaya)
12
Intan
Martapura
13
Platina/Emas Putih
Peg. Verbeek
14
Fosfat
Cirebon, gunung Ijen,Banyumas
15
Mika
Kep. Banggai
4. Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:
·                     a. pertambahan penduduk yang cepat
·                     b. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains dan teknologi. Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.
·                     1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
·                     2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi
sumber daya alam.
·                     3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
·                     4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
a. Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
b. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin
pertumbuhan sumber daya alam hayati.
c. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya
dengan daur ulang.
d. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses
pembaruannya.


No comments:

Post a Comment